Stay informed on our news or events!

post

Inilah Dukanya Ikut Olimpiade Nasional Secara Daring

Pembelajaran di sekolah yang melalui dalam jaringan (daring) atau online juga berimbas kepada pelaksana olimpiade Nasional (Omnas) Emerald Education Center. Olimpiade daring ternyata dipenuhi dengan kekhawatiran jaringan internet yang terganggu.

"Alhamdulillah sih akhirnya Haidar bisa meraih emas. Ngga nyangka sekali," kata Haidar Ibni Dzakir, di SD Assalaam, Kota Bandung, Jumat, 13 November 2020.

Selain Haidar Ibni Dzakir (kelas 6-A), SD Assalaam juga meraih lima perunggu dalam Omnas yang memiliki prestise di kalangan sekolah-sekolah unggulan di Indonesia. Lima medali perunggu diraih Daffa Attallah (kelas 6-D), Laiqa Regina (kelas 4-A), Abiy Farras Prakosa (kelas 4-D), Muhammad Hardy Wibawamukti (kelas 3-D), dan Adam Putra Senjaya (kelas 3-B).

Lebih jauh Haidar menyatakan,
persiapan untuk mengikuti Omnas dengan anyak berlatih mengerjakan latihan soal olimpiade. "Ya di sela-sela kesibukan belajar daring sekalian belajar latihan soal olimpiade," ujarnya.

Kalau kesulitan, Haidar mengaku alhamdulillah tidak ada. "Cuma pas mengerjakan soal olimpiade sambil ada kekhawatiran takut jaringan internetnya tidak stabil. Kalau internet terganggu pasti menyebabkan jawaban peserta tidak terekap di servernya panitia," ujar putra dari pasangan Asep Sutedi
dan Dwi Ayu Saraswati.

Haidar juga mengaku sempat drop semanganya menjelang olimpiade sebab sudah terlalu lama belajad online di rumah.

"Ya pasti ada bosannya sebab pelajaran sekolah dengan online dan olimpiade dengan online juga," kata Haidar yang pernah meraih medali perak Omnas tahun lalu, juara satu KSN (Komletisi Sains Nasional) tingkat Gugus (Kecamatan Regol) tahun 2020 dan juara dua KSN Kota Bandung.

--}}