Stay informed on our news or events!

post

Santri Gontor Berbagi Ilmu Kepada Murid SD

Waktunya Pesantren Kilat di SD Assalaam Bandung

​RAMADHAN jadi moment tepat untuk berbagi. Tak hanya berbagi rezeki, tapi jula ilmu. Setahun menimba ilmu dipondok Putri Gontor, Jawa Timur, sebanyak 20 santri asal bandung memilih mengisi liburannya dengan kegiatan pesantren kilat di Sd Assalaam jalan sasakgantung Kota Bandung.

​Tazkia Aulia (16) bersama 19 santri gontor Putri I asal Bandung berkumpul dalam wadah konsultan bandung. Sebelum memasuki tahun ajaran baru sebagai santri kelas II SMA, mereka mendapat libur selama 50 hari yang bertepatan dengan ramadhan. Daripada 50 hari dirumah saja, akhirnya kami berinisiatif membuat program di Pesantren Ramadhan ini.

​Ia mengatakan, pada hari biasa para murid menghabiskan waktu dengan mempelajari berbagai pelajaran. Ramadhan ini bisa menjadi waktu yang tepat untuk mendalami agama. Kami juga berbagi bagaimana sih kehidupan pesantren itu, tertutama di Gontor, katanya.

​Sementara itu, Naula Hazira (15) merasa senang sekali ikut serta sebagai pengisi pesantren kilat di Sd Assalaam ini. Bukan hanya para murid yanag akan belajar menerima ilmu baru dari mereka, tetapi juga menjadi ajang untuk mengasah kepercayaan diri tampil di depan umum. Kami menghadapi pertanyaan-pertanyaan tak terduga dari anak-anak. Katanya.

​Ketua Panitia Kegiatan Ramadhan 14440 H Sd Asaalaam Bandung, Ana Meliana, M.Ag mengatakan, keterlibatan santri Gontor ini merupakan sesuatu yang baru. Salah seorang dari mereka pernah sekolah di Sd asaalaam. Mereka ingin mengabdi dengan cara mengisi kegiatan pesantren ramadhan disini. Katanya.

​Pesantren ramadhan tahun ini mengambil tema “ Menelusi Risalah Nabi Muhammad saw.”Setelah mengikuti pesantren kilat ini, diharapkan para siswa bisa meneladani Nabi Muhammad saw.

​Pada pesantren ramadhan kali ini, siswa diajak belajar Al-Quran, fiqih, akhlak dan tarikh (sejarah). Setidaknya berusaha untuk meneladani meski belum sepenuhnya. Sehingga tata cara beribadah, perilaku kepada orang yang lebih tua juga kepada sesama bisa lebih baik, tuturnya.

​Kegiatan ini diikuti semua siswa, kecuali kelas VI yang sedang mengikuti pemantapan. Mereka mengikuti pesantren ramadahan ini selama sepekan penuh. Pada ujung pekan , akan diselenggarakan pentas seni. Kami juga membagi bantuan kepada masyarakat sekitar yang membutuhkan, Katanya.

​Siswa kelas III, Rei Andrea (9) mengaku senang dengan kegiatan pesantren ramadhan ini. Kisah-kisah para Nabi menjadi favoritnya. Kisah Nabi Ibrahim yang paling suka, Katanya.

​Fasya Khoir (9) justru terkesan dengan kehidupan santri. Pengen di pesantren tapi takut. Menjadi santri harus bangun pagi-pagi. Saya dengar hidup di pesantren perlu disiplin tinggi, ujarnya.

​Naula mengatakan, pesantren seperti gontor memang menuntut disiplin tinggi. Mereka  harus mengikuti jadwal pesantren yang padat. Pelajarannya pun tidak main-main. Kami menggunakan bahasa Arab dan inggris. Buku yang kami baca semua berbahasa Arab, ujarnya.

Tetapi, ada banyak hal pula yang tidak akan didapat jika tak menuntut ilmu di pesantren. Kebersamaannya, apalagi kami bertemu dengan santri dari Sabang sampai Merauke. Bahkan dari luar negeri, Katanya.

​Menurut Kepala Sekolah Sd Assalaam Jaenudin, M.Pd. Pesantren kilat ini untuk mengisi Ramadhan dan untuk memantapkan pengamalan Islam bagi para murid. Pesantren kilat tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya karena pembina dari santrisati Gontor Putri, Jawa Timur. Kegiatan pesantren ramadhan ini dari hari senin-rabu di isi dengan kegiatan KBM, hari kamis diadakan perlombaan antar kelas, diantaranya ada lomba : Hafalan surat pilihan (kls 3,4&5), Busana Muslim (kls 1&2), mewarnai kaligrafi (kls1&2), Ranking 1 (kls 3,4&5), Drama Musical sahur (kls 4&5). Puncak acara pada hari jumat menampilan acara pentas seni siswa kelas 1,2&3 Sd Assalaam, simbolis pembagian sembako kepada warga sekitar dan ditutup dengan kegiatan Mabit oleh kelas 5 sd Assalaam selama 2 hari 1 malam. 

--}}