Stay informed on our news or events!

post

Siswa Serahkan Uang Jajan untuk Korban Banjir

Nasib korban banjir luapan Sungai Citarum di Kecamatan Baleendah dan Dayeuhkolot mengundang empati dari siswa SD Assalaam Jln. Sasakgantung, Kota Bandung. Seperti siswa kelas V-F, Kenza Subagja, yang menyerahkan uang tabungan buat membantu korban banjir.

"Tiap hari Kenza menabung di celengan Rp 10.000 sebab bekal makanan dari rumah sehingga gak jajan di sekolah," kata Kenza.

Dari uang celengan selama lima hari ini lalu Kenza sumbangkan kepada panitia kepedulian korban banjir. "Kenza ikhlas menyerahkan uang Rp 50.000 buat korban banjir sebab guru bercerita nasib korban banjir di Baleendah,"  ujarnya.

Siswa kelas IV-A, Inayah Aulia Fahira, juga menyisihkan uang jajan untuk membantu korban banjir. "Jadi Inayah dapat uang jajan dari Mamah Rp 20.000 sehari lalu dipakai jajan antara Rp 10.000 sampai Rp 15.000 lalu sisanya selama seminggu dikumpulkan buat bantu korban banjir," katanya 

Inayah lalu bersama orangtuanya membeli barang yang diperlukan korban banjir. "Kalau kelas IV sudah ditentukan sumbangan barangnya berupa pembalut buat balita. Katanya sih banyak balita yang butuh kain pembalut ini," ucapnya.

Menurut Kepala SD Assalaam, Jaenudin, penggalangan bantuan untuk korban banjir dilakukan dua kali yakni untuk korban banjir di Bekasi pada awal tahun 2020 dan korban banjir di Kecamatan Baleendah pada Senin (3/2/2020). "Kami melakukan survei terlebih dulu ke korban banjir di Kelurahan Ansir, Kecamatan Baleendah dan Desa/Kecamatan Dayeuhkolot. Kami menjatuhkan pilihan bantuan ke wilayah Andir di  RW O7 setelah melihat dampak banjir yang cukup parah," ujarnya.

Dari penyisihan uang jajan maupun tabungan siswa dibantu orang tua siswa akhirnya terkumpul enam dus besar bantuan. "Kami menyerahkan bantuan berupa paket sembako, makanan ringan, pembalut balita, dan pakaian baru," ujarnya didampingi ketua panitia bantuan korban banjir, Tendi Septiandi WS.

Dia menambahkan, para korban banjir juga mendapatkan sejumlah uang untuk membeli keperluan lainnya. "Memang genangan banjir mulai surut, tapi para korban banjir butuh alat-alat kebersihan untuk menghilangkan tumpukan lumpur pascabanjir," katanya.

Dia berharap agar sumbangan ini bisa mendidik para siswa agar selalu berempati dan peduli kepada korban bencana alam. "Sesungguhnya bantuan ini bukan sekadar membantu korban, namun mendidik para siswa agar menumbuhkan kepedulian sosial sejak dini," ucapnya.

--}}